Aug 14, 2008

Memiliki lalu tak dikenang, tapi tidak dilupakan



Kembali ke sebuah titik dimana aku pernah memiliki sejuta mimpi
Setumpuk kenangan, sekarung besar tawa dan sedih di sini

Di titik ini pula aku meningalkan sebagian dari mimpi, tawa, tangis
kenangan dan....seutas tali yang seharusnya aku tambatkan pada pancang
Pancang kehidupan yang akhirnya aku tinggalkan dan
Belajar untuk melupakannya, meninggalkannya, tidak untuk dikenang
Juga tidak untuk dilupakan....

Tidak dilupakan tapi tidak dikenang
Setumpuk sedih yang aku tinggalkan kini menjadi sejuata cinta
Cinta yang pernah aku rebut tapi akhirnya aku tinggalkan
Tak bisa dikengang, mengambilnya kembali saja tak derani
karena aku tinggalkan dengan tali yang tak terikat dengan kuat

Penat rasanya hati ini, di titik ini aku ingin duduk sebenarnya
tapi biarlah sepasang kursi ini kosong tak diduduki
biarlah kosong
sebaikanya aku berjalan lagi,

Meningglakan apa yang pernah aku tinggalkan
Setumpuk, sejuta dan berkarung-karung cinta......
Biarlan aku duduk di titik lain yang lebih nyata
tanpa harus melupakan tapi tidak mengenangnya lagi

Biarkan sepsang kursi yang ku temukan kembali ini
kosong lagi....

Untuk sepenggal cerita saat kota gelap gulita
Dimana janji tak pernah terpenuhi
Saat badai menyapu segalanya
Untuk yang pernah merindukanku saat gelap gulita

Khayangan, 14 agustus 2008

Feb 27, 2008

Diam dibawah pohon rembulan



Jeramiku hampir habis, terkunyah kudaku
Dua pekan ini dia menganggur, diam dan mengunyah jerami-jeramiku
Berjalanpun hanya sepengal kancut, berlari hanya ditempat, itu pun hanya dalam mimpinya
Entah mengapa saat ini aku hanya bisa bangun, makan, kuda, pundi nasi, kembali tidur,
Mimpi pun segan datang...karen sudah terlalu sering digantikan saluran wayang bajakan.....

Memandikan kudaku saja tak pernah....mengapa dia harus kumandikan, sudah dua purnama aku di guyur hujan yang tak pernah mau pergi.
Mata ini, pikiran ini dan hatiku tak tergerak tuk memacu kudaku
Tapi tmpaknya dia taksabar tuk kembali kupecut dan berpacu menahan kepedihan, lelah dan kesumpekan alun2 yang ramai....makianku, teriakanku.....aku rindu saat itu...

Meskipun matahari sangat sulit menyinari tanahku, tertutip tebalnya awan hujan
Tali yang mengikat kakiku dan kudaku rasanya menegang
Kudaku mulai menarik kakiku....aku hanya diam dibawah pohon rembulan
Menunggu jatuhnya rembulan......rasanya seperti burung yang setia menunggu purnama jatuh....tapi bulan yang ini pasti jatuh...hanya entah kapan

Perlaha dan pasti kudaku menyeretku, memaksa dan menamparku dengan sisa jerami busuk....
Memaksa aku kembali berkelana didunia tikus ini.
Binatang yang paling aku hindari saat berjumpa dipersimpangan
Pertemuan mendadak dengan makluk ini yang sangat aku hindari...sangat mengganggu kenikmatan dunia ku.....

Hah...nampaknya hujan mulai pergi...biarlah dia pergi....
Asal aku bisa berjalan dengan perlahan menuju persimpangan berikutnya...
Akhir yang tak pernah aku tau dimana.....

Ayo kita kemonnnnnnnnnnn......


feb2008