
Kembali ke sebuah titik dimana aku pernah memiliki sejuta mimpi
Setumpuk kenangan, sekarung besar tawa dan sedih di sini
Di titik ini pula aku meningalkan sebagian dari mimpi, tawa, tangis
kenangan dan....seutas tali yang seharusnya aku tambatkan pada pancang
Pancang kehidupan yang akhirnya aku tinggalkan dan
Belajar untuk melupakannya, meninggalkannya, tidak untuk dikenang
Juga tidak untuk dilupakan....
Tidak dilupakan tapi tidak dikenang
Setumpuk sedih yang aku tinggalkan kini menjadi sejuata cinta
Cinta yang pernah aku rebut tapi akhirnya aku tinggalkan
Tak bisa dikengang, mengambilnya kembali saja tak derani
karena aku tinggalkan dengan tali yang tak terikat dengan kuat
Penat rasanya hati ini, di titik ini aku ingin duduk sebenarnya
tapi biarlah sepasang kursi ini kosong tak diduduki
biarlah kosong
sebaikanya aku berjalan lagi,
Meningglakan apa yang pernah aku tinggalkan
Setumpuk, sejuta dan berkarung-karung cinta......
Biarlan aku duduk di titik lain yang lebih nyata
tanpa harus melupakan tapi tidak mengenangnya lagi
Biarkan sepsang kursi yang ku temukan kembali ini
kosong lagi....
Untuk sepenggal cerita saat kota gelap gulita
Dimana janji tak pernah terpenuhi
Saat badai menyapu segalanya
Untuk yang pernah merindukanku saat gelap gulita
Khayangan, 14 agustus 2008
