Feb 27, 2008

Diam dibawah pohon rembulan



Jeramiku hampir habis, terkunyah kudaku
Dua pekan ini dia menganggur, diam dan mengunyah jerami-jeramiku
Berjalanpun hanya sepengal kancut, berlari hanya ditempat, itu pun hanya dalam mimpinya
Entah mengapa saat ini aku hanya bisa bangun, makan, kuda, pundi nasi, kembali tidur,
Mimpi pun segan datang...karen sudah terlalu sering digantikan saluran wayang bajakan.....

Memandikan kudaku saja tak pernah....mengapa dia harus kumandikan, sudah dua purnama aku di guyur hujan yang tak pernah mau pergi.
Mata ini, pikiran ini dan hatiku tak tergerak tuk memacu kudaku
Tapi tmpaknya dia taksabar tuk kembali kupecut dan berpacu menahan kepedihan, lelah dan kesumpekan alun2 yang ramai....makianku, teriakanku.....aku rindu saat itu...

Meskipun matahari sangat sulit menyinari tanahku, tertutip tebalnya awan hujan
Tali yang mengikat kakiku dan kudaku rasanya menegang
Kudaku mulai menarik kakiku....aku hanya diam dibawah pohon rembulan
Menunggu jatuhnya rembulan......rasanya seperti burung yang setia menunggu purnama jatuh....tapi bulan yang ini pasti jatuh...hanya entah kapan

Perlaha dan pasti kudaku menyeretku, memaksa dan menamparku dengan sisa jerami busuk....
Memaksa aku kembali berkelana didunia tikus ini.
Binatang yang paling aku hindari saat berjumpa dipersimpangan
Pertemuan mendadak dengan makluk ini yang sangat aku hindari...sangat mengganggu kenikmatan dunia ku.....

Hah...nampaknya hujan mulai pergi...biarlah dia pergi....
Asal aku bisa berjalan dengan perlahan menuju persimpangan berikutnya...
Akhir yang tak pernah aku tau dimana.....

Ayo kita kemonnnnnnnnnnn......


feb2008