Feb 2, 2012

Menyapu beranda


Berkelana mencari jerami,
tak tau jalan pulang

Guguran selimuti serambi,
aroma asik sesakkan dada

Ku sapu sekejap sekitar serambi, hanya tersisa sedikit di ingatan
Bahkan kunci terlalu lama akrab dengan kubangan, cumbui jentik-jentik

Ilalang mengelus candi, lumut mengukuhkan sebagai permadani
Pengerat lari larian diatas permadani, cacing dan serangga berdansa, sang pendesis melamun disudut dinding

Tak sanggub untuk kembali...

0120203

Apr 3, 2010

Perjalan Singkat nan Sunyi



Peluh mengiringi perjalan ku yang singkat
sebuah pendakian yang tak perpeluh
rasa dingin menusuk, mengantarkan raga
kesebuah tempat yang baru
baru bagi aku yang ribuan kali hanya melewati
tanpa menyambanginya
hanya tau keagungan namanya tanpa mengenal
hanya mendengar kejayaannya...tanpa tau seperti apa

Setelah peluh kering oleh terpaan angin...kulit terbalut pengahangat tubuh
membawaku ke lembah kesunyian
kesunyian yang sebenarnya...hanya nafas dan suara tubuhku yang terdengar
setiap langkah, gerakan dan lambung yang kosong berbunyi
hanya suara itu yang aku dengar.....sunyi...

Dari kaldera keagungan
dari lembah keabadian
ku meliahat betapa besarnya tempat ini
agungnya dia
indah
tak ada kata yang terucap...
terpesona diterpa keabadian nan gagah dan besahaja

Sunyi itu indah....
sunyi itu memanjakan jiwa
sunyi itu melenakan
sunyi itu
sunyi....

Bromo 100329

Mar 24, 2009

bulan ketiga

Bulan sudah terhitung 3 kali muncul
berarti sudah tiga bulan sejak pergantian tahun
dibilang bergerak aku sepertinya mandek lagi
tapi angan di di depan jalan tampak jelas
jelas sekali....
hanya kenapa aku tak beranjak jalan....
hemmmm.....hasratku besar bergelora....

Sebenarnya apa yang ingin dikatakan wanita itu ditengah jalan ini
menghalangi tapi juga memecut....
impian yang mana....impiannya atau anganku...?

Tampak sekelilingku menatap mesum menanti gairahku....
memuncak tapi tertahan
sakit sedikit.....tapi itu yang dicari....
sakit atas nama kenikmatan.......

Berlalu sajalah aku dijalan ini
biarkan semuanya melihat dari belakang....
mereka tidak tau apa yang tampak dibenakku

bulan ketiga di tahun Kerbau.....

Aug 14, 2008

Memiliki lalu tak dikenang, tapi tidak dilupakan



Kembali ke sebuah titik dimana aku pernah memiliki sejuta mimpi
Setumpuk kenangan, sekarung besar tawa dan sedih di sini

Di titik ini pula aku meningalkan sebagian dari mimpi, tawa, tangis
kenangan dan....seutas tali yang seharusnya aku tambatkan pada pancang
Pancang kehidupan yang akhirnya aku tinggalkan dan
Belajar untuk melupakannya, meninggalkannya, tidak untuk dikenang
Juga tidak untuk dilupakan....

Tidak dilupakan tapi tidak dikenang
Setumpuk sedih yang aku tinggalkan kini menjadi sejuata cinta
Cinta yang pernah aku rebut tapi akhirnya aku tinggalkan
Tak bisa dikengang, mengambilnya kembali saja tak derani
karena aku tinggalkan dengan tali yang tak terikat dengan kuat

Penat rasanya hati ini, di titik ini aku ingin duduk sebenarnya
tapi biarlah sepasang kursi ini kosong tak diduduki
biarlah kosong
sebaikanya aku berjalan lagi,

Meningglakan apa yang pernah aku tinggalkan
Setumpuk, sejuta dan berkarung-karung cinta......
Biarlan aku duduk di titik lain yang lebih nyata
tanpa harus melupakan tapi tidak mengenangnya lagi

Biarkan sepsang kursi yang ku temukan kembali ini
kosong lagi....

Untuk sepenggal cerita saat kota gelap gulita
Dimana janji tak pernah terpenuhi
Saat badai menyapu segalanya
Untuk yang pernah merindukanku saat gelap gulita

Khayangan, 14 agustus 2008

Feb 27, 2008

Diam dibawah pohon rembulan



Jeramiku hampir habis, terkunyah kudaku
Dua pekan ini dia menganggur, diam dan mengunyah jerami-jeramiku
Berjalanpun hanya sepengal kancut, berlari hanya ditempat, itu pun hanya dalam mimpinya
Entah mengapa saat ini aku hanya bisa bangun, makan, kuda, pundi nasi, kembali tidur,
Mimpi pun segan datang...karen sudah terlalu sering digantikan saluran wayang bajakan.....

Memandikan kudaku saja tak pernah....mengapa dia harus kumandikan, sudah dua purnama aku di guyur hujan yang tak pernah mau pergi.
Mata ini, pikiran ini dan hatiku tak tergerak tuk memacu kudaku
Tapi tmpaknya dia taksabar tuk kembali kupecut dan berpacu menahan kepedihan, lelah dan kesumpekan alun2 yang ramai....makianku, teriakanku.....aku rindu saat itu...

Meskipun matahari sangat sulit menyinari tanahku, tertutip tebalnya awan hujan
Tali yang mengikat kakiku dan kudaku rasanya menegang
Kudaku mulai menarik kakiku....aku hanya diam dibawah pohon rembulan
Menunggu jatuhnya rembulan......rasanya seperti burung yang setia menunggu purnama jatuh....tapi bulan yang ini pasti jatuh...hanya entah kapan

Perlaha dan pasti kudaku menyeretku, memaksa dan menamparku dengan sisa jerami busuk....
Memaksa aku kembali berkelana didunia tikus ini.
Binatang yang paling aku hindari saat berjumpa dipersimpangan
Pertemuan mendadak dengan makluk ini yang sangat aku hindari...sangat mengganggu kenikmatan dunia ku.....

Hah...nampaknya hujan mulai pergi...biarlah dia pergi....
Asal aku bisa berjalan dengan perlahan menuju persimpangan berikutnya...
Akhir yang tak pernah aku tau dimana.....

Ayo kita kemonnnnnnnnnnn......


feb2008

Aug 15, 2007

-berhenti sejenak-



Hemmmm, panjang waktu yang kubutuhkan
Sampai akhirnya pada saat aku sejenak berhenti
Sesaat memejamkan mata, menghapus kesesatan yang sempat menyesatkan
Sesaat untuk berhenti dan berfikir mundur untuk kembali
Coba memperbaiki langkah, agar lurus ketujuan....

Takterbesit dalam sekejap untuk menapak lurus...
Pikiranku terasa berdenyut kencang
Menyesal...hemmm sudah habis....
Kini kutancapkan jejak, untuk kembali melangkah maju, lurus kedepan
Berharap masih jauh persimpangan selanjutnya
Berharap jalan ini masih bisa diraba dengan fantsi liar ku......

salam KEMERDEKAAN

Apr 22, 2007

Menjelang malam



Senja menjelang malam.

Tiba-tiba menggelegar di sisiku....
Menyadarkan diri dari lamunan hati
Lamunan keresahan jiwa
Resah akan waktu yang cepat berlalu di hati
Tanpa bisa tersaingi langkah kaki
Hati terasa akan teriak......
Aku....A......Ku.....
Ahk....ternyata hatiku tak berteriak.....
Mulut yang berteriak.....
Sial....
Gemuruh terdengar lancang di telinga....
Hatiku berdegup kencang....
Mata terbangun dari tidur....atau.....
Lamunan yang bermimpi.......

hemmmmm......serasa aku ingin kembali ke 1918.....
dimana semua kesalahannku pada mu bisa aku koreksi.....
hemmmm....serasa aku ingin menatap mata itu lebih lama tanpa pembatas ruang dan waktu....
heeeemmmmmm
bisakah kita bertemu lagi suatu waktu nanti dengn tidak mengenang saat ini tapi saat
kita menjadi bodoh...lemah dan tua......

"Untuk teman lama yang masih ada di Hati.....1918"