Mar 27, 2012

saat sempurna tiba


Saat Kesempurnaan tiba
Jalan seakan tidur
Tanah selimuti tubuh
Merapat pada bumi
Rindu cahaya saat gelap
Menyempurnakan hidup

|....01203 #1918

Selamat jalan Mas Prie & teman ku Busur....

Mar 12, 2012

Air hitam biji luwak


Saat embun menusuk peraduan
Terjaga kalbu dari kematian
Sirnakan birahi semu saat tak berpuncak
Lunglaikan raga tak ingin kembali

Air biji luwak temani
Kalbu beri ruang untuk raga
Setapak tak berbayang menuntun kembali
Mengikat kalbu dan raga

Heningkan galau
Sadarkan raga
Bersihkan kalbu

........

120313....

Feb 2, 2012

Debu


Lembut mengambang berjalan
Di atas pancang merapat keliang
Semilir menyapu perlahan
Gerakkan butir lembut ke peraduan
Perlahan mengambangkan
Embun keruh tak berbayang
Selimuti terang nyeyakkan
Langit
Tak abu tak juga putih...
Berarak menuju pancang
Selimuti usang....
............
tahun kuda 1918-
hari sewindu dibulan ke dasa
di tahun 2010 masehi

Menyapu beranda


Berkelana mencari jerami,
tak tau jalan pulang

Guguran selimuti serambi,
aroma asik sesakkan dada

Ku sapu sekejap sekitar serambi, hanya tersisa sedikit di ingatan
Bahkan kunci terlalu lama akrab dengan kubangan, cumbui jentik-jentik

Ilalang mengelus candi, lumut mengukuhkan sebagai permadani
Pengerat lari larian diatas permadani, cacing dan serangga berdansa, sang pendesis melamun disudut dinding

Tak sanggub untuk kembali...

0120203

Apr 3, 2010

Perjalan Singkat nan Sunyi



Peluh mengiringi perjalan ku yang singkat
sebuah pendakian yang tak perpeluh
rasa dingin menusuk, mengantarkan raga
kesebuah tempat yang baru
baru bagi aku yang ribuan kali hanya melewati
tanpa menyambanginya
hanya tau keagungan namanya tanpa mengenal
hanya mendengar kejayaannya...tanpa tau seperti apa

Setelah peluh kering oleh terpaan angin...kulit terbalut pengahangat tubuh
membawaku ke lembah kesunyian
kesunyian yang sebenarnya...hanya nafas dan suara tubuhku yang terdengar
setiap langkah, gerakan dan lambung yang kosong berbunyi
hanya suara itu yang aku dengar.....sunyi...

Dari kaldera keagungan
dari lembah keabadian
ku meliahat betapa besarnya tempat ini
agungnya dia
indah
tak ada kata yang terucap...
terpesona diterpa keabadian nan gagah dan besahaja

Sunyi itu indah....
sunyi itu memanjakan jiwa
sunyi itu melenakan
sunyi itu
sunyi....

Bromo 100329

Mar 24, 2009

bulan ketiga

Bulan sudah terhitung 3 kali muncul
berarti sudah tiga bulan sejak pergantian tahun
dibilang bergerak aku sepertinya mandek lagi
tapi angan di di depan jalan tampak jelas
jelas sekali....
hanya kenapa aku tak beranjak jalan....
hemmmm.....hasratku besar bergelora....

Sebenarnya apa yang ingin dikatakan wanita itu ditengah jalan ini
menghalangi tapi juga memecut....
impian yang mana....impiannya atau anganku...?

Tampak sekelilingku menatap mesum menanti gairahku....
memuncak tapi tertahan
sakit sedikit.....tapi itu yang dicari....
sakit atas nama kenikmatan.......

Berlalu sajalah aku dijalan ini
biarkan semuanya melihat dari belakang....
mereka tidak tau apa yang tampak dibenakku

bulan ketiga di tahun Kerbau.....

Aug 14, 2008

Memiliki lalu tak dikenang, tapi tidak dilupakan



Kembali ke sebuah titik dimana aku pernah memiliki sejuta mimpi
Setumpuk kenangan, sekarung besar tawa dan sedih di sini

Di titik ini pula aku meningalkan sebagian dari mimpi, tawa, tangis
kenangan dan....seutas tali yang seharusnya aku tambatkan pada pancang
Pancang kehidupan yang akhirnya aku tinggalkan dan
Belajar untuk melupakannya, meninggalkannya, tidak untuk dikenang
Juga tidak untuk dilupakan....

Tidak dilupakan tapi tidak dikenang
Setumpuk sedih yang aku tinggalkan kini menjadi sejuata cinta
Cinta yang pernah aku rebut tapi akhirnya aku tinggalkan
Tak bisa dikengang, mengambilnya kembali saja tak derani
karena aku tinggalkan dengan tali yang tak terikat dengan kuat

Penat rasanya hati ini, di titik ini aku ingin duduk sebenarnya
tapi biarlah sepasang kursi ini kosong tak diduduki
biarlah kosong
sebaikanya aku berjalan lagi,

Meningglakan apa yang pernah aku tinggalkan
Setumpuk, sejuta dan berkarung-karung cinta......
Biarlan aku duduk di titik lain yang lebih nyata
tanpa harus melupakan tapi tidak mengenangnya lagi

Biarkan sepsang kursi yang ku temukan kembali ini
kosong lagi....

Untuk sepenggal cerita saat kota gelap gulita
Dimana janji tak pernah terpenuhi
Saat badai menyapu segalanya
Untuk yang pernah merindukanku saat gelap gulita

Khayangan, 14 agustus 2008